Hi....
Sebenarnya sulit sekali untuk memulainya...tapi bila tidak dipaksakan tidak akan terwujud untuk memulainya...
Sudah agak lama saya meninggalkan Indonesia, dan sudah pasti banyaklah pengalaman yang saya miliki, tapi dilain pihak saya agak ragu untuk menuliskannya karena takut disangka sombong atau terlalu menggurui...but banyak teman-teman mendorong saya untuk tidaklah menghiraukan hal semacam itu....
Salah satu pengalaman akan (mulai) saya tuliskan adalah laporan perjalanan wisata yang sering saya lakukan dan untuk yang perdana ini saya melakukan perjalanan ke daerah Kaoshiung (Southern Taiwan)...
Dalam perjalanan tersebut ada 2 hal yang sangat menarik perhatian saya, yaitu pertama; kereta api yang saya gunakan, alangkah bersih dari segala coretan yang kerap kali saya jumpai bila saya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung.
Di Taiwan sangatlah jarang ditemui coretan-coretan di dinding tembok jalan, jembatan, kursi bus atau tempat-tempat umum lainnya, walaupun ada (sebagian besar) dilakukan oleh orang non Taiwan, karena terlihat dari gaya tulisan yang dipergunakan, dimana kadangkala saya merasa malu sendiri, karena salah satunya terdapat tulisan bahasa Indonesia....
Kapankah kebudayaan coret mencoret kita itu akan hilang??? Mungkin ide awalnya adalah untuk meninggalkan jejak kenangan, seperti ketika kita lulus SMA, atau kita ingin nama para sahabat terukir indah disuatu tempat yang akan dilihat banyak orang atau berbagai alasan lainnya....tidakkah terpikir oleh kita untuk saling merawat dan menjaga keindahan????
Yang kedua adalah "Love River"...... dulunya adalah suatu sungai yang airnya sangat kotor dan bau yang menyengat, tetapi sekarang adalah suatu salah satu tujuan wisata di daerah Kaoshiung yang terkenal akan keromantisannya bila malam menjelang, karena kita dapat menyusuri sepanjang aliran sungai tersebut, dimana daerah sekelilingnya merupakan taman yang indah dan dikelilingin lampu yang beraneka warna, dan bila di pagi sampai sore hari, sepanjang pinggiran sungai tersebut sangatlah cocok untuk melakukan kegiatan jogging atau sekedar jalan-jalan santai....dan yang pasti kita tidak akan mencium bau yang tidak sedap....
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tersebut telah berhasil melakukan pembangunan dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat disekitarnya..... Saya jadi teringat dengan sungai yang mau menuju ke Ancol, dimana baunya sangat menyengat walaupun jendela mobil sudah tertutup rapat.... Banyak sungai dipinggiran kota Jakarta yang airnya tidak mengalir karena tertimbun dengan sampah......
Seandainya......seandainya.....hanya itu yang terucap dari bibir saya......
Sebenarnya sulit sekali untuk memulainya...tapi bila tidak dipaksakan tidak akan terwujud untuk memulainya...
Sudah agak lama saya meninggalkan Indonesia, dan sudah pasti banyaklah pengalaman yang saya miliki, tapi dilain pihak saya agak ragu untuk menuliskannya karena takut disangka sombong atau terlalu menggurui...but banyak teman-teman mendorong saya untuk tidaklah menghiraukan hal semacam itu....
Salah satu pengalaman akan (mulai) saya tuliskan adalah laporan perjalanan wisata yang sering saya lakukan dan untuk yang perdana ini saya melakukan perjalanan ke daerah Kaoshiung (Southern Taiwan)...
Dalam perjalanan tersebut ada 2 hal yang sangat menarik perhatian saya, yaitu pertama; kereta api yang saya gunakan, alangkah bersih dari segala coretan yang kerap kali saya jumpai bila saya melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bandung.
Di Taiwan sangatlah jarang ditemui coretan-coretan di dinding tembok jalan, jembatan, kursi bus atau tempat-tempat umum lainnya, walaupun ada (sebagian besar) dilakukan oleh orang non Taiwan, karena terlihat dari gaya tulisan yang dipergunakan, dimana kadangkala saya merasa malu sendiri, karena salah satunya terdapat tulisan bahasa Indonesia....
Kapankah kebudayaan coret mencoret kita itu akan hilang??? Mungkin ide awalnya adalah untuk meninggalkan jejak kenangan, seperti ketika kita lulus SMA, atau kita ingin nama para sahabat terukir indah disuatu tempat yang akan dilihat banyak orang atau berbagai alasan lainnya....tidakkah terpikir oleh kita untuk saling merawat dan menjaga keindahan????
Yang kedua adalah "Love River"...... dulunya adalah suatu sungai yang airnya sangat kotor dan bau yang menyengat, tetapi sekarang adalah suatu salah satu tujuan wisata di daerah Kaoshiung yang terkenal akan keromantisannya bila malam menjelang, karena kita dapat menyusuri sepanjang aliran sungai tersebut, dimana daerah sekelilingnya merupakan taman yang indah dan dikelilingin lampu yang beraneka warna, dan bila di pagi sampai sore hari, sepanjang pinggiran sungai tersebut sangatlah cocok untuk melakukan kegiatan jogging atau sekedar jalan-jalan santai....dan yang pasti kita tidak akan mencium bau yang tidak sedap....
Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah tersebut telah berhasil melakukan pembangunan dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat disekitarnya..... Saya jadi teringat dengan sungai yang mau menuju ke Ancol, dimana baunya sangat menyengat walaupun jendela mobil sudah tertutup rapat.... Banyak sungai dipinggiran kota Jakarta yang airnya tidak mengalir karena tertimbun dengan sampah......
Seandainya......seandainya.....hanya itu yang terucap dari bibir saya......
2 comments:
ass wr wb,,,ternyata sukses juga nih lo,,tulisan lo lumayan menarik seh,,bsa dapet nilai ,,,emmhh...8 aja deh,soalnya dalem tulisan elo ada yg beberapa kata yg harusnya misah,disambungin,,yg harusnya nyambung,dipisah,,{heheheheh,,kayak dosen penguji nih},,,but I may say that yours is good.Good job Bintang,just continue it,and hope the improvement of the next. your friend.goegs.
Waaalaikum salam.... ma ka ci yaaa...that's a reason why I start to write the blog coz swkt msh skl dulu, nilai Bahasa Indonesia saya selalu ala kadarnya...heheheheh..
Post a Comment